Kamis, 09 Oktober 2014

konveksi kaos murah

konveksi kaos murah yang dimiliki pemotong kain dan pedagang pakaian jarang mengerjakan penjahitan, bordir, sablon atau pemotongan sendiri, mereka lebih suka memberikan pekerjaan tersebut ke tangan kami," katanya. Konveksi penjahitan baju berkancing juga mengalami peningkatan hingga dua kali lipat, Ahian salah satu pemilik konveksi di Tambora mengaku sejak Juli memperolah penghasilan Rp5-6 juta per bulan dari sebelumnya hanya sekitar Rp3 juta per bulan.


 "Sejak Juli satu hari dapat 240 potong dari empat penjahit dan dua pengobras sebenarnya bisa lebih, tapi kami kekurangan tukang obras dan jahit," kata Ahian. Hamin, pemilik konveksi khusus penjahitan kaos di Tambora juga mengatakan hal yang serupa, alasannya para pemotong kain yang juga pedagang tersebut malas untuk mengurus pegawai jahit dan tukang obras yang sifatnya lepas.

"Sekarang saya kebanjiran order, sebenarnya satu hari ini bisa sampai 1000 potong, dan dikerjakan 20 penjahit, namun sekarang hanya ada 15 orang hanya bisa mengerjakan hingga 700 potong," katanya. Konveksi skala kecil atu rumah tangga di wilayah Tambora, Pekapuran dan Sawah Lio yang jumlahnya mencapai ratusan, rata-rata kekurangan pegawai karena di depan pintu terpasang papan lowongan untuk tukang obras, jahit dan tukang bordir.

Kaos Edwin pun sudah banyak beredar di seluruh Indonesia. Namun pria lulusan SMA ini memiliki mimpi yang lebih besar lagi untuk brandnya. "Visi misi kita sih pengen membuat produk (fashion) hingga ke luar negeri terutama Jepang. Sementara ini saya akan mendekatkan produk saya dengan lebih banyak lagi distribution outlet di beberapa kota di Indonesia", ungkapnya.

http://konveksikaosmurah.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar